Coronavirus (COVID-19) Advisory Information

Ingin Wisata Ke Jepang? Perhatikan 7 Tata Krama Makan Jepang Ini

Ingin Wisata Ke Jepang? Perhatikan 7 Tata Krama Makan Jepang Ini

Diterjemahkan oleh Farah

Ditulis oleh MATCHA

2020.01.01 Simpan

Jepang sangat menjunjung tinggi tata krama dalam budayanya, termasuk dalam hal makan. Jika Anda ingin berwisata dan menikmati masakan khas di Jepang, perhatikan 7 tata krama yang telah MATCHA rangkum khusus untuk Anda ini.

Rahasia untuk Menikmati Makanan Jepang

「結わえる本店」で日本人の健康を支える食文化に触れよう!

Dari artikel ”Tokyo's Yuwaeru - Get Acquainted With Japan's Healthy Food Culture!

Jika Anda datang ke Jepang, Anda wajib untuk menikmati makanan Jepang di sana. Jepang memiliki kekayaan rasa dari masakan khasnya yang hanya dapat Anda nikmati di negara tersebut. Misalnya, set makanan yang dibuat dari hidangan rumahan dalam sushi, yakiniku, dan ramen. Ada beberapa tata krama saat makan yang harus Anda perhatikan agar Anda dapat menikmati hidangan tersebut dengan menyenangkan. Bisa saja hal-hal yang tidak menjadi masalah di negara Anda, tetapi ternyata menjadi hal yang tabu di Jepang.

Berikut beberapa tata krama makan Jepang yang perlu Anda perhatikan ketika makan di sebuah restoran Jepang. Yuk, simak ulasannya di bawah ini agar Anda tidak canggung dan terlihat aneh ketika makan di sana.

1. Jangan Menggunakan Handuk Selain untuk Mengelap Tangan

あなたの箸の使い方は大丈夫?日本の食事マナーを身につけよう!

Sebagian besar restoran Jepang menyiapkan handuk kecil ketika Anda masuk ke dalam. Jenis handuk yang disediakan tergantung pada tokonya, seperti handuk kertas sekali pakai dan handuk kain yang dapat digunakan berulang kali. Hanya saja, perlu Anda ingat bahwa handuk kecil tersebut berfungsi untuk mengelap atau membersihkan tangan Anda. Hindari untuk mengelap apapun selain tangan Anda, seperti wajah, mulut, atau meja Anda, khususnya jika yang diberikan kepada Anda adalah kain handuk basah.

2. Yang Harus Diucapkan Sebelum dan Sesudah Makan

いただきます

Sebelum dan sesudah makan, orang-orang Jepang mempunyai ucapan yang akan diucap sambil mempertemukan kedua telapak tangannya. Ucapan untuk sebelum makan yaitu ‘itadakimasu’ dan untuk sesudah makan yaitu ‘gochisousama’. Kedua ucapan tersebut memiliki arti dua jenis rasa terima kasih.

Yang pertama adalah sebagai rasa terima kasih kepada semua orang yang telah terlibat dalam makanan yang akan disantap. Yang dimaksud semua orang yang terlibat di sini yaitu dari orang-orang yang memproduksi bahan makanannya hingga orang-orang yang memasak makanan tersebut.

Yang kedua adalah sebagai rasa terima kasih atas makanan itu sendiri. Jika Anda makan daging atau ikan, berarti Anda berterima kasih terhadap kehidupan dari hewan tersebut. Begitu juga jika Anda memakan sayuran, tumbuhan itu pun memiliki kehidupan. Anda berterima kasih terhadap perubahan kehidupan mereka yang menjadi energi untuk hidup Anda.

3. Gunakan Sumpit dengan Benar

箸

Alat utama yang digunakan pada saat makan di Jepang adalah sumpit.

Ada berbagai aturan yang digunakan ketika memegang sumpit pada saat makan. Aturan tersebut dirancang agar orang yang makan bersama kita merasa nyaman.

Untuk melihat lebih detail cara penggunaan sumpit dengan benar, silakan kunjungi artikel “ Waspadai 5 Cara Menggunakan Sumpit di Jepang!”.

Apakah Boleh Meminta Garpu?

Jika Anda tidak pandai makan dengan sumpit, silakan tanyakan kepada pemilik toko atau restoran apakah Anda boleh meminjam garpu. Tergantung tokonya, ada beberapa toko yang akan menyediakan garpu untuk Anda.

4. Makan dengan Mangkuk

持って食べる

Jika Anda memesan makanan atau set makanan Jepang, beberapa restoran akan menyediakan semangkuk nasi dan semangkuk sup misoshiru. Ada baiknya Anda melakukan tata krama memegang dan mengangkat mangkuk tersebut saat hendak makan.

Mangkuk yang dapat Anda pegang saat makan adalah mangkuk yang memiliki berat untuk dapat diangkat dengan satu tangan. Misalnya, urushi (barang pernis) yang berjenis mangkuk persegi, mangkuk donburi kecil, piring kecil, dan mangkuk kecil.

Jangan mengangkat mangkuk besar yang biasa digunakan pada ramen atau udon dan piring datar. Jika Anda meletakkan tangan yang tidak memegang sumpit, maka itu merupakan sikap yang baik saat Anda makan.

5. Jangan Makan dengan Menempelkan Siku di Atas Meja

食事マナー

Jika Anda makan dengan menempelkan siku di atas meja, itu merupakan postur yang buruk dan akan terlihat tidak bagus. Orang-orang di sekitar Anda pun akan merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, angkat lengan Anda ketika makan dan letakkan tangan yang tidak memegang sumpit atau alat makan lainnya di atas meja.

6. Mengeluarkan Suara Ketika Menyeruput Minuman atau Kuah Mie

食べる時

Meskipun tidak menjadi keharusan, akan lebih baik Anda mengeluarkan suara ketika menyantap kuah sup atau minuman hangat. Misalnya, sup misoshiru, ramen, udon, dan teh. Saat makan mie, sebaiknya menggunakan sumpit untuk mengambil mie. Kemudian, ketika minum kuah kaldu, pegang mangkuk dengan kedua tangan Anda.

Namun, tidak semua suara diperbolehkan. Suara ketika menaruh alat makan dan mengunyah merupakan pelanggaran tata krama. Bahkan ketika di pertengahan makan Anda ingin membuang ingus, lakukanlah di tempat yang jauh dari kursi Anda.

Jika Anda masih ragu apakah Anda dapat mengeluarkan suara atau tidak, lebih baik Anda makan tanpa mengeluarkan suara.

7. Pada Dasarnya, Jangan Menyisakan Makanan

Mintalah makanan dengan porsi yang dapat Anda habiskan saja. Di Jepang, menghabiskan makanan dianggap sebagai tindakan bersyukur terhadap orang yang membuat makanan dan bahan makanannya. Jika Anda alergi atau ada makanan yang tidak dapat Anda makan, periksalah pesanan Anda dan beritahukan pegawai restoran jika Anda tidak dapat memakan makanan tersebut.

Jika Anda benar-benar tidak dapat memakannya karena perut Anda sudah kenyang, jangan paksakan untuk memakannya lagi. Sebagai gantinya, berterima kasih dengan mengatakan “oishikatta desu (makanannya lezat)” kepada pegawai restorannya.

Ringkasan

Waktu makan pastinya merupakan kegiatan yang menyenangkan. Oleh karena itu, jangan sia-siakan waktu makan tersebut karena mengganggu orang-orang sekitar disebabkan Anda tidak mengenal tata krama ataupun terganggu karena diperingatkan orang lain. Terapkanlah tata krama yang baru saja Anda pelajari dan nikmatilah banyak makanan Jepang jika Anda berkunjung!

Artikel asli ditulis oleh Haruka Kobayashi
※ Ini merupakan tulisan ulang dari artikel asli yang dipublikasikan tanggal 21 April 2014.
Main image courtesy of Pixta

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait