Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

“KOBE Misono”, Restoran Bistik Teppanyaki Pertama di Jepang!

“KOBE Misono”, Restoran Bistik Teppanyaki Pertama di Jepang!

Kobe 2019.07.23 Simpan

“KOBE Misono” adalah restoran bistik teppanyaki pertama di Jepang yang banyak dikunjungi karena menyajikan daging sapi Kobe atau Kobe beef-nya yang langka. Berikut MATCHA rangkumkan tentang sejarah, seni memasak, keramahan, suasana hingga pemandangan di sana.

Diterjemahkan oleh Rezky Aulia

Ditulis oleh Osawa Kumi

LINE
鉄板焼きの元祖「みその」で憧れの神戸ビーフを食べよう!

Restoran KOBE Misono sebagai pelopor gaya makan “Bistik Teppanyaki” yang terkenal di dunia, terletak di lantai 7 dan 8 di sebuah bangunan yang berada di pusat kota Sannnomiya, Kobe.

鉄板焼きの元祖「みその」で憧れの神戸ビーフを食べよう!

Restoran ini berlokasi di dekat Hankyu Stasiun Kobe Sannomiya, sehingga hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 menit dengan berjalan kaki dari stasiun.

Sejarah “KOBE Misono”, Pelopor Bistik Teppanyaki

鉄板焼きの元祖「みその」で憧れの神戸ビーフを食べよう!

Mengapa KOBE Misono dikatakan sebagai pelopor bistik teppanyaki?

Jawabannya, kembali lagi pada waktu pembukaan restoran ini. Pendirinya, Shigeji Fujioka (foto kiri), awalnya menggunakan plat besi yang beliau temukan di galangan kapal dan membuka restoran okonomiyaki. Beliau menyajikan bistik bercitarasa kampung halaman bagi pasukan tentara Shinchugun (※1). Saat itu disebut sebagai awal mulanya bistik teppanyaki.

※1 Shinchugun ... Pasukan tentara Amerika Serikat yang ditempatkan di Jepang setelah Perang Pasifik.

鉄板焼きの元祖「みその」で憧れの神戸ビーフを食べよう!

Daya tarik teppanyaki kemudian menyebar ke seluruh Jepang bahkan menyebar ke seluruh dunia sampai hari ini.

Ketika gempa bumi besar Hanshin – Awaji melanda Kobe pada Januari 1995, Restoran KOBE Misono juga mengalami kerusakan parah. Bangunannya hancur total dan dibutuhkan waktu 2 tahun untuk membuka restoran sementara. Pendirian restoran sementara tersebut bahkan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan restoran yang sekarang berdiri. Setelah mendengar bagaimana KOBE Misono mengatasi kesulitan akibat gempa, dapat dibayangkan begitu beratnya untuk mempertahankan rasa dan pelayanan tradisional.

disable1 / 22
Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE