Istilah Bahasa Jepang “Oden”
  • Istilah Bahasa Jepang “Oden”

Istilah Bahasa Jepang “Oden”

2017.06.04

Pernahkah Anda mencicipi oden, masakan yang terkenal di Jepang? Jika belum, mari simak artikel yang akan membahas kelezatan oden secara lengkap ini!

Translated by Eri Pramestiningtyas

mencari sesuap nasi dan segenggam berlian untuk Hiro, anjing kecil berbobot 30 kilogram kesayanganku.

Written by ニコ

Masakan Seperti Apakah Oden?

Oden adalah sejenis masakan rebus khas Jepang.

Sebutan oden bermula dari kata “dengaku” pada istilah “tofu dengaku” yang muncul di zaman Heian lalu diberi imbuhan “o” di depannya. Konon awalnya oden merupakan masakan panggang sederhana berbahan tofu (tahu) yang diiris memanjang kemudian ditusuk dengan tusuk bambu dan ditaburi garam. Seiring berjalannya waktu, oden pun semakin bervariasi seperti diolesi dengan miso maupun menggunakan bahan selain ubi dan tahu.

Bentuk oden menjadi seperti yang seperti kita kenal sekarang sejak akhir zaman Edo. Lalu setelahnya oden menyebar luas di seluruh penjuru Jepang dan lahirlah variasi oden yang berbeda di tiap wilayahnya.

Mulai sekitar tahun 1940, oden mulai menjadi masakan rumahan karena cara pembuatannya sangat mudah, yaitu hanya perlu merebus bahan makanan kesukaan saja. Itulah sebabnya, oden terus digemari masyarakat Jepang hingga saat ini.

Rasa dan Jenis-Jenis Oden

Secara garis besar, ada 2 macam bumbu oden. Yang pertama adalah bumbu ala Kansai dengan kaldu konbu (rumput laut) dan shoyu (kecap Jepang) yang encer. Lalu bumbu ala Kanto yang menggunakan kaldu katsuo (ikan cakalang) dan shoyu yang kental. Biasanya penduduk Jepang bagian barat memasak dengan cara ala Kansai dan bagian timur dengan cara ala Kanto.

Selain itu, masih ada variasi lain, yaitu oden yang direbus dalam kuah miso. Cara memasak ini umum ditemukan di wilayah sekitar Kota Nagoya yang menjadi perbatasan antara Jepang Barat dan Timur.

Bahan Apa Saja yang Biasa Digunakan Sebagai Isian Oden?

“Tanemono” adalah sebutan untuk bahan atau isian oden. Konnyaku, telur, serta aneka umbi-umbian seperti lobak dan kentang merupakan jenis tanemono favorit masyarakat Jepang. Tak hanya itu saja, lho! Ada juga bahan lain misalnya “nerimono” atau gorengan dari daging ikan yang dihaluskan seperti chikuwa dan satsuma-age.

Nerimono sendiri sangat beragam dan variasinya pun terus bertambah. Di antaranya ada variasi gobo-maki, ebi-maki, uzura-maki, dan wiener-maki dari bermacam-macam bahan yang digulung bersama pasta ikan.

Selain itu, ada juga tanemono khas dari suatu daerah. Contohnya 2 tanemono terkenal dari oden di wilayah Kanto dan Tokyo, yaitu “suji” (olahan dari ikan daging putih dan tulang rawan) serta “chikuwabu” (makanan dari tepung gandum dengan teksur kenyal).

Dahulu ada tanemono unik di daerah Kansai (Osaka dan Kyoto) yang disebut “koro” atau “saezuri” berupa kulit dan lidah paus yang dikeringkan. Berhubung kini daging paus sudah tak bisa didapatkan, sebagai gantinya masyarakat Kansai sering menambahkan “suji”, yaitu sate gurita atau sate daging otot sapi.

Harga bahan oden di rumah makan atau minimarket cukup murah, rata-rata 70-100 yen/buah dan bisa semakin murah jika Anda membeli bahan-bahannya di supermarket lalu dibuat sendiri di rumah.

Lho, Ternyata Ada Juga Jenis Oden Unik Seperti ini?!

Jenis oden dan sayuran untuk tanemono pun semakin bervariasi dari tahun ke tahun. Selain oden dengan cita rasa khas Jepang, muncul juga oden dengan kuah tomat dan kari. Bahkan ada juga oden yang disajikan dingin di musim panas, lho! Selain itu, ada beberapa sayuran yang mulai digunakan sebagai bahan oden seperti tomat, roll cabbage, rebung, akar teratai, dan okra.

Menikmati Kelezatannya di Kedai Oden Bersama Penduduk Lokal

Selain kedai spesialis oden, kelezatan oden dapat Anda nikmati di izakaya (bar khas Jepang) maupun yatai (warung tenda). Bahkan kini Anda juga bisa membelinya di supermarket atau minimarket dan oden pun telah menjadi makanan yang biasa dinikmati masyarakat Jepang di luar rumah.

Saat berkunjung ke kedai oden, yatai, dan izakaya, mari sempatkan untuk mengobrol dengan pengunjung lain sehingga Anda merasakan pengalaman berkomunikasi dengan warga setempat yang menyenangkan!

Jika bingung mencari oleh-oleh yang unik, maka oden dalam kemasan khas daerah setempat maupun oden kalengan yang bisa Anda beli di home center atau toko elektronik ini merupakan pilihan tepat.

Cicipi Juga Rasa Oden Lokal!

Setiap wilayah di Jepang memiliki sajian oden khasnya masing-masing.

Anda bisa menemukan oden ala Hokkaido Muroran berisi seafood seperti scallop dan keong tsubugai. Ada juga oden ala Aomori dengan isian sejenis nerimono khas daerah setempat yang disebut daikakuten. Lalu oden ala Kanazawa dengan tambahan “kanimen” atau daging kepiting yang dimasukkan dalam cangkangnya. Variasi oden ala Hakata yang dilengkapi gyozamaki serta kuah kaldu ayam yang khas. Oden ala Okinawa yang isinya banyak, mulai dari kaki babi, spam (daging kalengan), sampai sayuran yang sedang musim saat itu bisa jadi pilihan jika ingin mencicipi oden dengan isian lengkap.

Duh, yang manapun menggiurkan untuk dicicipi, ya!

Ada juga 2 sajian oden yang istimewa, yaitu ala Fukuoka dan ala Nagoya. Oden ala Fukuoka sangat khas karena menggunakan jeroan babi sebagai isian, lalu ditaburi bubuk kaldu dan aonori (rumput laut kering).

Nah, kalau oden ala Nagoya berisi daging urat sapi, talas, maupun bahan lainnya yang direbus perlahan dalam kuah miso terkenal daerah ini, yaitu hatcho miso. Daging urat sapi dan talas yang teksturnya begitu lembut di mulut ini benar-benar memanjakan lidah!

Saat berwisata ke Jepang, jangan lupa cicipi oden khas yang bisa Anda dapatkan di supermarket maupun minimarket setempat, ya!

Artikel terkait:
Japanese Encyclopedia: Nerimono (“Fish Paste Products”) (bahasa Inggris)
Oden Hangat yang Cepat!? Makanan Terkenal dari Akihabara, "Oden Kalengan"
Mengunjungi Pasar "Kuromon", Pusatnya Bahan Makanan Segar di Osaka
【青森•弥勒小巷】蕴含八户饮食文化与人文风貌,和当地人一起喝酒吃菜吧~(bahasa Mandarin)

Topik Terkait