Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

5 Cara Menikmati

5 Cara Menikmati "Tepi Laut Kyoto", Wajah Lain Pariwisata Kyoto!

Kyoto 2019.04.14 Simpan

Setelah puas melihat kuil-kuil, kini saatnya menjelajahi sisi lain dari Kyoto! Di "Tepi Laut Kyoto", Anda bisa menemukan banyak hal, mulai dari pemandangan alam yang indah hingga tradisi yang menarik. Yuk, simak 5 cara menikmati pesona kawasan ini!

Diterjemahkan oleh Dan

Ditulis oleh Kousuke DEKI

LINE

Tepi Laut Kyoto

Apa yang Anda pikirkan tentang Kyoto? Mungkin kebanyakan akan membayangkan Kuil Kiyomizudera, Kuil Kinkakuji, Kuil Fushimi Inari Taisha, atau Arashiyama, ya?

Namun, pesona Kyoto tidak berakhir hanya di spot pariwisata yang itu-itu saja. Kini ada yang tengah naik daun, yaitu Tepi Laut Kyoto. Kawasan ini menunjuk pada bagian utara Kyoto yang menghadap ke laut.

Banyak yang bisa Anda temukan di sini, seperti Amanohashidate yang merupakan salah satu tempat dengan panorama terindah di Jepang dan Ine yang unik dengan deretan rumah-rumah khas nelayan. Selain itu, Anda juga bisa menginap di rumah penduduk di wilayah perkebunan dan mencoba membuat kertas washi. Mari kita jelajahi sisi lain dari Kyoto yang sayang untuk dilewatkan!

1. Amanohashidate: Pemandangan Menakjubkan dari "Jembatan Menuju Langit"

海の京都

Mari kita mulai dengan Amanohashidate yang keindahannya terkenal di seluruh Jepang.

Pemandangan dari jalan kecil yang membentang di atas laut ini seakan menghubungkan daratan dengan langit. Inilah yang menjadi dasar pemberian nama Amanohashidate yang berarti jembatan menuju langit.

Amanohashidate merupakan salah satu dari Tiga Pemandangan Terindah di Jepang, bersama Miyajima di Hiroshima dan Matsushima di Sendai.

海の京都

Amanohashidate memiliki observatorium di sisi utara dan selatan. Foto di atas diambil dari Taman Kasamatsu, observatorium yang berada di sisi utara.

Cobalah untuk mengintip pemandangan Amanohashidate dari sela-sela kaki Anda seperti foto di atas. Jalannya akan terlihat seperti terhubung ke langit, lho!

海の京都

Taman Kasamatsu menyediakan lift untuk mempermudah pengunjung naik dan turun. Di sekitar platform lift yang berada di bawah, Anda dapat melihat deretan toko oleh-oleh yang menarik.

海の京都

Oleh-oleh khas tempat ini adalah ikan sarden yang diminyaki dan kue manis dari kacang kedelai hitam. Ikan-ikan yang dikeringkan juga dapat dibakar dan disantap langsung di tempat. 

海の京都

Diambil dari Near Kyoto! Amanohashidate - How To Enjoy One Of Japan’s Three Scenic Views

Bagi Anda yang memiliki waktu lebih, cobalah untuk menyeberangi Amanohashidate. Sekitar 8.000 pohon pinus berjajar dengan rapi di jalanan sepanjang 3.6 km ini menawarkan pemandangan yang cantik dan menyejukkan.

Waktu tempuh untuk mencapai ujung jalan adalah sekitar 1 hingga 1,5 jam dengan berjalan santai atau sekitar 20 menit dengan sepeda. Tempat penyewaan sepeda tersedia di kedua sisi jalan.

Amanohashidate

Alamat: Taman Kasamatsu, 75 Ogaki, Miyazu-shi, Kyoto-fu Google Map
Akses: Naik kereta JR Limited Express Hashidate (arah Toyooka) dari Stasiun JR Kyoto dan turun di Stasiun Amanohashidate (sekitar 2 jam 5 menit perjalanan,  ongkos 4.600 yen)
Situs resmi: http://www.amanohashidate.jp/lang/en/ (bahasa Inggris)

2. Mengamati Kehidupan Tradisional Para Nelayan di Ine

海の京都

Ine adalah tempat yang tepat untuk melihat kehidupan tradisional Jepang.

Ine merupakan kota kecil yang menghadap ke laut. Anda akan melihat deretan funaya (rumah perahu) para nelayan memadati tempat ini. Alih-alih garasi mobil, sesuai namanya, rumah-rumah ini memiliki garasi untuk tempat parkir perahu, lho!

海の京都

Terdapat sekitar 230 funaya yang 30 di antaranya masih ditinggali oleh nelayan aktif. Walaupun saat ini jumlah nelayan yang tinggal sudah semakin dikit, struktur dan pemandangan tradisional di Ine tetap dipertahankan.

Ombaknya sangat lembut dan tenang. Konon, lumba-lumba sampai suka tersesat di perairan dermaga, lho!

海の京都

Kali ini, MATCHA berkunjung ke rumah Keluarga Yamada yang tinggal di Ine.

Coba perhatikan foto di atas. Funaya memungkinkan perahu untuk bisa disimpan di dalam rumah. Unik, ya?

海の京都

Di laut yang membentang di depan mata, biasanya para nelayan bisa menangkap berbagai ikan seperti sarden, makarel, cumi hingga tuna sirip biru. Ikan-ikan yang tertangkap akan dimasukkan ke dalam jaring yang terpasang di sisi perahu dan bisa dinikmati sebagai hidangan makan malam.

"Anak-anak di Ine sudah terbiasa menyelam ke laut sejak kecil. Mereka tumbuh besar dengan mengkonsumsi kerang turban atau pauhi", kata Ibu Yamada. Beruntung sekali, ya?

海の京都

Sebagian besar warga yang tinggal di Ine memiliki dua rumah. Kehidupan sehari-hari dilalui di rumah yang berada di sisi gunung (kiri) dan rumah yang berada di sisi laut (kanan) dimanfaatkan sebagai garasi perahu atau untuk menampung relasi yang datang berkunjung.

Seperti yang terlihat di foto, Anda bisa berjalan-jalan santai menjelajahi kota ini. Namun, usahakan untuk tidak membuat keributan karena sebagian besar rumah-rumah tersebut masih ditinggali warga.

海の京都

Jika Anda ingin berkeliling di sekitar laut Ine, cobalah menaiki perahu wisata. Dalam perjalan berdurasi sekitar 25 menit ini, Anda bisa melihat deretan funaya dari laut dan mendapatkan pemandangan yang berbeda. Menariknya, burung-burung camar akan mengikuti dan mendekati perahu yang sedang bergerak dan Anda diperbolehkan untuk memberi mereka makan. Biaya kapal wisata adalah 680 yen untuk dewasa dan 340 yen untuk anak-anak. Kapal wisata beroperasi dengan interval 30 menit setiap jamnya.

Anda masih belum puas menikmati Ine? Jangan khawatir! Di sini, Anda juga bisa menginap di funaya. Terdapat 17 rumah di Ine yang dijadikan penginapan. Masing-masing menawarkan berbagai pengalaman dan aktivitas yang berbeda-beda, termasuk naik perahu untuk memancing dan menyantap hasil pancingan Anda. Tentunya ini adalah pengalaman menarik yang tidak bisa sering Anda rasakan. Untuk informasi lebih lengkap, silakan cek situs resmi Asosiasi Pariwisata Ine.

Funaya, Ine

Akses: Naik Bus Tankai dari Stasiun JR Amanohashidate dan turun di Halte Ine (sekitar 1 jam perjalanan, ongkos 400 yen)
Situs resmi: http://www.ine-kankou.jp/english/ (bahasa Inggris)

3. Merasakan Hidangan Istimewa Sambil Menginap di Rumah Penduduk

海の京都

Rekomendasi kegiatan lainnya yang dapat Anda coba adalah menginap di rumah penduduk di wilayah perkebunan. Anda tidak hanya dapat merasakan irama kehidupan tradisional di Jepang, tetapi juga dapat menikmati sayuran dan bahan segar lainnya yang baru dipetik!

Daerah Ayabe memiliki 14 penginapan yang dikelola langsung oleh para pemilik kebun. Kali ini, MATCHA berkunjung ke Poka Poka Noen.

海の京都

Pemilik kebun, Bapak Kushida, berasal dari Tokyo. Namun, sejak mendedikasikan hidupnya untuk berkebun, ia pindah ke Ayabe. Sambil menjalankan kebunnya, ia juga membuka penginapan pada tahun 2017.

海の京都

Makan malam di Poka Poka Noen berupa menu harian yang berubah-ubah yang menggunakan aneka sayuran lokal.

Hari itu, MATCHA disajikan hidangan hot pot yang berisi sayuran dari Ayabe dan daging ayam dari Prefektur Hyogo. Kuahnya hanya diberi bumbu garam dan kombu (ganggang laut) sehingga kelezatan alami dari sayuran dan daging ayamnya sangat terasa.

海の京都

Makan malam ditutup dengan zosui atau bubur yang dibuat dengan sisa kuah yang kaya akan rasa. Biji wijen yang ditaburkan di atasnya ditanam sendiri oleh Bapak Kushida.

Rasanya enak sekali! MATCHA dikagetkan dengan aroma biji wijen yang begitu harum. Kelezatan dari tiap-tiap bahannya terasa hingga ke dalam perut.

"Silakan datang sesering mungkin. Anggap saja seperti rumah sendiri", kata Bapak Kushida sambil tertawa. Masih banyak penginapan lainnya di Ayabe. Anda tinggal mencari dan memilih "rumah kedua" yang paling nyaman untuk Anda.

Poka Poka Noen

Alamat: 8 Hishiro, Kamiyata-cho, Ayabe-shi, Kyoto-fu Google Map
Akses: Naik Bus Aya (Jalur Nishiyata) dari pintu selatan Stasiun JR Ayabe. Turun di Halte Kamiyatachi-Seigo (sekitar 20 menit perjalanan, ongkos 300 yen) dan jalan kaki 5 menit. Bus beroperasi sebanyak 4 kali sehari (07.57, 12.57, 15.57, 18.17). Jika Anda menghubungi Poka Poka Noen sebelumnya, akan disediakan jasa antar-jemput dari dan menuju Stasiun Ayabe.
Situs resmi: https://pokapokanouen.jimdo.com/ (bahasa Jepang)
Daftar penginapan di Kota Ayabe: https://www.ayabe-kankou.net/english/ (bahasa Inggris)

4. Membuat Kertas Washi Kurotani

海の京都

Sumber gambar: Koperasi Washi Kurotani

Kertas merupakan sesuatu yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Daerah Kuratoni di Kyoto memproduksi kertas washi Kurotani, kertas washi Jepang yang dibuat dengan cara tradisional.

海の京都

Kurotani adalah desa yang tenang dengan sungai kecil yang mengalir di antara perumahan warga.

Daerah ini dikelilingi oleh pegunungan sehingga waktu siangnya cukup pendek. Di musim dingin, salju akan turun dan menumpuk dengan tebal. Namun, iklim dingin dan air sungai yang jernih inilah yang justru mampu menghasilkan kertas washi Kurotani berkualitas tinggi.

海の京都

Saat MATCHA berkunjung, seorang wanita sedang bekerja di sungai. Tanaman "kozo" yang merupakan bahan baku kertas washi diinjak-injak di dalam sungai agar kulitnya terlepas. Dibutuhkan keterampilan tinggi untuk bisa melepaskan kulit kozo dengan rapi. 

Dalam pembuatan kertas washi Kurotani, mulai dari persiapan bahan baku hingga pemrosesan dilakukan secara manual.

海の京都

Desa Kerajinan Kertas Washi Kurotani menawarkan sebuah pengalaman di mana Anda dapat membuat kertas washi secara manual. Staf tempat ini akan mengajarkan Anda dengan pelan-pelan. 

海の京都

Hanya dengan membayar sebesar 1.000 yen Anda bisa membuat kertas washi orisinal dengan pewarnaan dan hiasan yang Anda pilih sendiri. Kegiatan ini dapat dilakukan dari hari Senin hingga Jumat.

Desa Kurotani

Alamat: Halte Kurotani Washi Kaikan-mae Google Map
Akses: Naik Bus Aya (Jalur Kurotani) dari pintu selatan Stasiun JR Ayabe. Turun di Halte Kurotani Washi Kaikan-mae (sekitar 30 menit perjalanan, ongkos 400 yen) dan jalan kaki 3 menit
Situs resmi: https://kurotaniwashi.kyoto/?page_id=450 (bahasa Inggris)

Desa Kerajinan Kertas Washi Kurotani

Alamat: 31 Kaketo, Tokura Nabatake-cho, Ayabe-shi, Kyoto-fu Google Map
Akses: Naik Bus Aya (Jalur Kanbayashi) dari pintu selatan Stasiun JR Ayabe. Turun di Halte Tokura (sekitar 20 menit perjalanan, ongkos 300 yen) dan jalan kaki 1 menit.

5. Mengagumi Kecantikan Kain Tango Chirimen

海の京都

Kain chirimen adalah kain tenun yang digunakan untuk aneka pakaian, termasuk kimono. Dibuat di daerah Tango (bagian utara Kyoto), Tango Chirimen terkenal dengan teksturnya yang lembut dan kualitasnya yang sangat tinggi. 

Kain ini mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan. Selain digunakan oleh merek-merek kelas dunia, kain ini juga dipakai oleh istri Kaisar sebagai obi kimono. 

海の京都

Karakteristik dari kain chirimen adalah gelombang-gelombang kecil yang membuat permukaannya tidak rata.

Gelombang-gelombang tersebut membuat kain ini sulit kusut dan juga memberikan penampilan yang terlihat lembut. Foto di atas memperlihatkan kain chirimen berwarna putih yang jika diwarnai akan menghasilkan warna-warna yang kaya dan intens. 

海の京都

Benang lungsin dan benang pakan yang dijalin oleh mesin. Bekerja sama dengan: Tayuh Textiles Co., Ltd.

Gelombang-gelombang kecil terbentuk dari proses pembuatan kain chirimen.

Benang pakan yang dipilin dan benang lungsin yang lurus dipintal secara bergantian. Saat kain yang sudah jadi dicuci, benang-benangnya pun akan menyusut. Proses ini yang pada akhirnya menghasilkan permukaan yang bergelombang. 

海の京都

Toko Tayuh Textiles

Harga kimono memang sangat mahal, tetapi sebagai gantinya, Anda bisa membeli berbagai aksesoris dan pernak-pernik yang terbuat dari kain Tango Chirimen di berbagai toko. Harganya pun lebih terjangkau.

Jika Anda ingin melihat proses pembuatan kain Tango Chirimen, Anda dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti tur (gratis) di situs resmi Tayuh Textiles. Walaupun penjelasan diberikan dalam bahasa Jepang, Anda tetap bisa melihat mesin-mesin tenun yang impresif dan menikmati proses pembuatan kain chirimen dari dekat.

海の京都

Salah satu area utama yang memproduksi kain Tango Chirimen adalah Kota Yosano. Di area Chirimen Kaido di kota ini, Anda akan menemukan bangunan-bangunan bersejarah yang mengingatkan masa-masa saat kain Tango Chirimen berkontribusi besar terhadapat perkembangan kota pada zaman Edo dan zaman Showa.

Di antaranya ada Kediaman Keluarga Bito yang dapat Anda masuki (kanan dan kiri atas foto). Jumlah produsen kain Tango Chirimen memang terus menurun seiring jalannya waktu, tetapi jika Anda menelusuri Chirimen Kaido, Anda masih bisa mendengar suara mesin tenun, lho!

Tayuh Textiles

Alamat: 112 Asamogawa, Amino-cho, Kyotango-shi, Kyoto-fu Google Map
Akses: Sekitar 5 menit dengan taksi dari Stasiun Amino (Jalur Kereta Kyoto Tango)
Situs resmi: http://www.tayuh.jp/ (bahasa Jepang)
Formulir Pendaftaran Tur (bahasa Jepang) http://www.tayuh.jp/inspection/form.html

Kediaman Keluarga Bito, Chirimen Kaido

Alamat: 1085 Kaya, Yosano-cho, Yosa-gun, Kyoto-fu Google Map
Akses: Naik Bus Tankai dari Stasiun Yosano (Jalur Kereta Kyoto Tango). Turun di Halte Chirimen Kaido (sekitar 20 menit perjalanan, ongkos 200 yen) dan jalan kaki 5 menit.
Situs resmi: Chirimen Kaido http://www.uminokyoto.jp/course/detail.php?cid=27 (tersedia fitur penerjemah multibahasa)

Mari Nikmati Pesona Tepi Laut Kyoto!

海の京都

Tepi Laut Kyoto memang kurang terkenal dibandingkan spot-spot wisata populer lainnya di Kyoto. Namun, di sini Anda dapat menemukan pemandangan-pemandangan indah dan tradisi menarik yang hampir terlupakan.
Temukan wajah lain dari parisiwata Kyoto di Tepi Laut Kyoto!

Bekerja sama dengan Poka Poka Noen, Desa Kerajinan Kertas Washi Kurotani, Tayuh Textiles, Kediaman Keluarga Bito, DMO Umi no Kyoto, ENGAWA Co., Ltd.

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE