Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Jelajah Bar di ShinSekai Kanpai Street, Tempat Hiburan di Kaki Gunung Fuji!

Jelajah Bar di ShinSekai Kanpai Street, Tempat Hiburan di Kaki Gunung Fuji!

Yamanashi 2018.11.02

Kota Fujiyoshida di Prefektur Yamanashi memiliki pemandangan Gunung Fuji yang terlihat dari setiap jalannya. Di sini ada Nishiura, bekas distrik perbelanjaan yang dipenuhi warung minum dan ShinSekai Kanpai Street, destinasi terbaik untuk pecinta sake!

Diterjemahkan oleh kantitarina

Ditulis oleh moet

Google LINE

Menikmati Jalanan Malam di Kaki Gunung Fuji

Apakah Anda pernah mendengar tentang Kota Fujiyoshida di Prefektur Yamanashi, kota dengan pemandangan Gunung Fuji di setiap jalananannya? Kota ini merupakan pintu masuk dari Rute Yoshida yang biasa digunakan untuk mendaki Gunung Fuji dari arah utara. Selain itu, kota ini juga terkenal dengan taman rianya yang bernama Fuji-Q Highland.

Kota ini cukup dekat dari Tokyo. Anda bisa mencapainya dari Stasiun Shinjuku dengan naik bus selama 1,5 jam atau naik kereta selama 2 jam. Kota ini terletak di tengah area 5 Danau Fuji, sehingga sangat mudah untuk mencapai berbagai lokasi wisata alam seperti Danau Kawaguchi dan Danau Yamanaka dari sini.

富士吉田市・西裏通り

Gunung Fuji yang terlihat dari distrik perbelanjaan. Pemandangan Gunung Fuji bisa terlihat dari seluruh bagian Kota Fujiyoshida.

Pesona utama dari 5 Danau Fuji terletak pada pemandangan alami berupa gunung dan danaunya. Oleh karena itu, tentunya kehidupan malam seperti makan malam lezat dan minum sake tidak akan terbayang di kepala ketika membicarakan tempat ini. 

Akan tetapi, di Kota Fujiyoshida ini Anda akan menemukan area berisi izakaya (warung minum) dan kedai ramen yang bisa dinikmati di malam hari sekalipun. Area itu bernama Nishiura, letaknya ada di dekat Stasiun Shimoyoshida jalur Fujikyuko dan Stasiun Gekkoji.

新世界乾杯通り 看板

Lima puluh tahun lalu, saat industri tekstil masih sangat populer, Nishiura pernah menjadi area perbelanjaan yang terkenal.

Belakangan ini, toko-toko yang dulunya ditinggalkan dalam keadaan kosong sekarang telah mengalami perubahan. Sebagai bagian dari program pengembangan kota, toko-toko kosong yang ditinggalkan direnovasi untuk dijadikan rumah makan baru. Meski demikian, area ini juga tetap menyisakan bentuk jalanan lawasnya serta izakaya dan bar yang dicintai oleh warga lokal.

Kali ini MATCHA akan mengajak Anda untuk menikmati kegiatan malam hashigozake (minum sambil berpindah-pindah bar) di Nishiura setelah puas berwisata seharian di 5 Danau Fuji. Ayo kunjungi berbagai tempat makan terkenal di ShinSekai Kanpai Street dengan gangnya yang bersuasana retro!

1. Kagishippo, Restoran dengan Wine Yamanashi dan Masakan Italia yang Lezat

新世界乾杯通り

Tempat rekomendasi pertama adalah restoran di tengah jalanan. Gedungnya merupakan hasil renovasi nagaya (rumah Jepang kuno) berusia lebih dari 50 tahun. Saat pintu geser klasik khas Jepangnya dibuka, Anda akan dikejutkan dengan interiornya yang mewah dan terasa luas.

Menu utama restoran ini adalah berbagai jenis masakan Italia yang bisa dimakan sambil bersantai, seperti tapas, pizza, pasta, dan masih banyak lagi. Selain makanannya, jangan lupa juga untuk mencicipi wine Prefektur Yamanashi-nya yang khas.

Perkebunan anggur dan pembuatan wine di Prefektur Yamanashi sangat bagus. Prefektur ini bahkan menjadi produsen wine terbesar di Jepang. Wine ini terkenal karena rasanya yang segar dan ringan, serta cocok untuk pendamping segala jenis hidangan. Harganya sekitar 450 yen per gelas atau mulai dari 4.300 yen per botol.

カルパッチョと山梨ワイン

Untuk makanannya, ada Sengyo no Carpaccio (carpaccio ikan segar) seharga 750 yen yang sangat cocok dinikmati bersama white wine. Hidangan ini dibuat dari boga bahari musiman yang berubah-ubah jenisnya, tergantung ketersediaan pada hari itu. Hidangan kali ini dibuat dari gurita segar yang telah dimarinasi dan dipanggang sebentar.

Menu andalan lain dari restoran ini adalah acar yang terbuat dari sayuran asal Prefektur Yamanashi. Saat ini Pak Takahashi, sang pemilik restoran, sedang menanam sayuran di kebunnya. Bila berkunjung menjelang musim panas, mungkin Anda akan bisa mencicipi acar lezat hasil panen sendiri!

かぎしっぽ店主 高橋さん

Pada tahun 2017, Pak Takahashi pindah dari Prefektur Saitama ke Kota Fujiyoshida. Beliau bertekad untuk memeriahkan kota dengan masakan. Oleh karena itu, setiap hari Selasa beliau membuat suatu program bernama Genki Shokudo. Melalui program ini beliau mengundang keluarga-keluarga yang ada di sekitar restoran untuk makan bersama.

Omong-omong, nama restoran ini memiliki makna yang menarik lho! Kata "kagishippo" berarti "ekor yang melengkung" dalam bahasa Jepang. Di Jepang sendiri ada kepercayaan bahwa ekor kucing yang melengkung dapat mengundang kebahagiaan. Jadi, di balik nama ini terdapat harapan pemiliknya untuk bisa menjadikan restoran ini sebagai tempat yang membawa kebahagiaan.

2. Mendokoro Toraji: Kedai Ramen yang Buka Hingga Larut Malam

寅路 内観

Pergi minum-minum di berbagai tempat, lalu diakhiri dengan makan ramen! Ini adalah kebiasaan yang ada di Jepang. Bila Anda ingin mencoba melakukannya, kunjungilah Kedai Mendokoro Toraji cabang ShinSekai Dori.

Pemilik kedai ini adalah pecinta ramen yang lahir dan dibesarkan di Kota Fujiyoshida. Setelah mengasah kemampuan selama beberapa tahun di berbagai restoran terkenal di Tokyo, beliau pun membuka kedai ramen di kampung halamannya.

Pada tahun 2018, kedai keduanya dibuka di ShinSekai Kanpai Street. Sebelum itu, tidak banyak kedai di area Nishiura yang menyajikan ramen pada malam hari. Oleh karena itu, kedai ini menjadi tempat yang sudah lama dinantikan oleh penduduk sekitar.

寅路 豚骨醤油ラーメン

Ini adalah mi ramen tonkotsu shoyu (750 yen). Ramen dengan kuah tonkotsu (tulang babi) dan mi lurus tipis ini dibuat dengan gaya ramen Hakata khas Kepulauan Kyushu. Kuah yang direbus selama 20 jam ini benar-benar dipenuhi rasa umami dari tonkotsu.

Akan tetapi, karena disajikan setelah minum sake atau larut malam, ramen ini sengaja dibuat tidak terlalu berlemak. Ramen ini menyegarkan dan tidak meninggalkan rasa enek, sehingga mudah dicerna oleh wanita sekalipun.

Tidak hanya ramen, kedai ini juga menyediakan berbagai jenis sake seperti kedai minum pada umumnya. Di kedai ini, berbagai topping ramen seperti nitamago (telur rebus yang dimarinasi dalam shoyu) dan menma (semacam acar rebung) bisa dipesan sebagai menu terpisah. Jadi, Anda bisa menikmati berbagai topping lezat tersebut untuk teman minum sake.

Kedai yang buka hingga larut malam ini cocok sekali untuk pemberhentian kedua atau ketiga Anda di malam hari, bukan?

Berbagai Kedai Unik Ada di Area Nishiura!

富士山のふもとで夜の街を楽しもう!「新世界乾杯通り」はしご酒のススメ

Selain 2 kedai yang diperkenalkan pada artikel ini, masih ada banyak kedai unik lain di area Nishiura yang bisa dicapai dengan berjalan kaki.

Anda bisa memulai perjalanan menjajal berbagai bar dari jalan Nenokami Dori yang berjarak 1 blok dari sebelah selatan Shinsekai Dori (arah Gunung Fuji).

Tempat yang MATCHA rekomendasikan di sini adalah PinkDeFlamingos, dining bar dengan eksterior pink yang menarik perhatian. Di sini Anda bisa menikmati makanan kecil sambil mengobrol dengan warga lokal. Selain itu ada juga NOW, bar jazz bersuasana tenang yang menawarkan banyak pilihan koktail nikmat. Wilayah Nishiura ini benar-benar menarik untuk dijelajahi, bukan?

Tak jauh dari sana terdapat berbagai tempat menginap menarik, seperti guest house bernama hostel&salon saruya, Fujiyoshida Youth Hostel, dan masih banyak lagi. Jadi Anda bisa jalan-jalan hingga larut malam tanpa perlu khawatir.

Di siang hari, Anda bisa menikmati perjalanan santai ke Gunung Fuji dan danau-danau yang ada di sini. Untuk malam hari, jangan lupa mengobrol dan menikmati suasana dengan segelas sake di tangan!

Artikel Terkait:

Top 24 Best Views Of Mount Fuji - From Tokyo And Its Surroundings (bahasa Inggris)

Informasi Dasar Gunung Fuji yang Wajib Diketahui Pemula

Topik Terkait

Google LINE