Start planning your trip

Nagoya adalah salah satu kota besar di Jepang yang menyimpan banyak pesona. Pengalaman wisata lintas waktu, mulai dari sejarah hingga masa depan dapat Anda nikmati di kota ini. Yuk, simak selengkapnya!
Nagoya merupakan kota yang secara geografis terletak di tengah wilayah Jepang. Kota ini merupakan kota terbesar ke-3 di Jepang setelah Tokyo dan Osaka. Di kota yang juga merupakan pusat dari Prefektur Aichi ini juga terdapat kantor pusat perusahaan Toyota.
Beberapa tahun belakangan ini, area di sekitar Stasiun Nagoya terlihat begitu modern dengan banyak gedung-gedung tinggi sebagai hasil pengembangan dan pembangunan kota. Spot-spot wisata terkenal di Nagoya pun berada dalam satu wilayah yang mudah dijangkau sehingga memungkinkan untuk dikunjungi seluruhnya dalam sehari saja.
Sebelum mengunjungi Nagoya, ada baiknya Anda mengenal beberapa tempat wisata di kota tersebut. Di akhir artikel, kami juga akan mengulas contoh rencana wisata di Nagoya agar waktu dan budget Anda dapat terpakai lebih efektif.
Bila pergi ke Nagoya, belum lengkap rasanya kalau belum mengunjungi kastil yang menjadi simbol kota tersebut. Saat mengunjungi Kastil Nagoya, Anda tak boleh melewatkan melihat dewa pelindung kastil "Kin no Sachihoko" yang terlihat bersinar di atas Tenshukaku (※1).
Hingga tahun 2022, pengunjung memang tidak diperbolehkan masuk ke dalam wilayah kastil karena sedang diadakan proyek restorasi bangunan. Namun, Anda masih dapat melihat bangunan Honmaru Goten yang merupakan replika dari bangunan bersejarah 400 tahun. Honmaru Goten sendiri dulunya digunakan sebagai tempat tinggal Owari Hanshu (※2) dan aula pertemuan. Meskipun hanya replika, bangunan yang ada sekarang ini benar-benar dibuat mirip dengan aslinya. Karya seni Fusumae (※3) yang dibuat dari emas pun menghiasi interiornya, menambah kesan mewah pada bangunan ini. Anda dapat menyaksikan sendiri kekayaan dan keindahan kesenian Jepang pada zaman tersebut.
Anda pun dapat menikmati berbagai manakan dan minuman khas Nagoya di Kinshachi Yokocho yang selesai dibangun tahun 2018 ini. Meski masih baru, spot kuliner ini juga cukup terkenal.
※1 : Tenshukaku ... Bangunan tertinggi di dalam kastil yang menjadi simbol kastil tersebut.
※2 : Han ... Salah satu daerah yang dikuasai oleh Daimyo pada zaman Edo. Hanshu merupakan nama jabatan yang dipegang penguasa han.
※3 : Fusumae ... lukisan pada pintu geser yang memisahkan setiap ruangan.
Alamat : 1-1 Honmaru, Naka-ku, Nagoya-shi, Aichi-ken Google Map
Akses : berjalan kaki 5 menit dari Stasiun Shiyakusho
Situs resmi : http://www.nagoyajo.city.nagoya.jp/13_english/index.html (bahasa Inggris)
Keluarga Tokugawa mendominasi perang yang berlangsung selama lebih dari 400 tahun di Jepang pada zaman dahulu. Pada saat itu pula, selama kurang lebih 250 tahun, Keluarga Tokugawa juga mendominasi pemerintahan di Jepang. Nah, Taman Tokugawa adalah taman yang dibangun di fondasi daimyoteien (※3) milik keluarga Owari-Tokugawa. Fondasi tersebut juga menjadi fondasi bagi Nagoya sekarang ini.
Di taman ini keindahan alam dan artifisial menyatu. Batu-batu dengan berbagai ukuran disusun sedemikian rupa untuk merepresentasikan keindahan pemandangan alam wilayah ini. Kafe dan restoran di sini bertempat di bangunan zaman Meiji yang telah direnovasi dengan tetap mempertahankan nuansa jadulnya. Anda pun bisa bersantai sambil menikmati pemandangan taman dan nuansa kental tradisional Jepang di sana.
Di dalam area Taman Tokugawa juga terdapat Museum Seni Tokugawa. Museum ini memamerkan barang-barang yang dulunya hanya teronggok di gudang rumah Keluarga Owari-Tokugawa. Ada kacchu (baju zirah yang dikenakan para samurai), pedang, Genji Monogatari Emaki (※4) yang ditetapkan sebagai harta karun milik negara, dan lain sebagainya. Kalau berkunjung kemari, Anda dapat melihat berbagai dokumen sejarah berharga milik Jepang.
※3:Daimyo Teien ... Taman mewah yang ada di tempat tinggal para daimyo (pemerintah daerah). Umumnya terdapat batu besar, kolam, jembatan, dan berbagai tanaman yang ditata dalam area yang cukup luas sehingga bisa digunakan untuk berjalan-jalan.
※4:Genji Monogatari Emaki ... Gulungan berisi gambar adegan-adegan yang muncul di dalam Genji Monogatari. Genji Monogatari adalah judul sebuah novel panjang terkenal yang ditulis pada zaman Heian.
Alamat : 1001 Tokugawacho, Higashi-ku, Nagoya-shi, Aichi-ken Google Map
Akses : Berjalan kaki 15 menit dari Stasiun Ozone via JR Chuo Line, Meitetsu Seto Line, Subway Meijo Line
Situs resmi : https://www.tokugawaen.aichi.jp/english/index.html (bahasa Inggris)
Sumber foto : Museum Industri dan Teknologi Toyota
Museum Industri dan Teknologi Toyota adalah fasilitas yang memamerkan perjalanan teknologi milik industri motor yang mendunia ini. Museum ini ada di Nagoya karena memang di kota inilah industri Toyota lahir.
Museum ini berada di sebuah bangunan berbahan bata merah yang dibangun pada tahun 1918. Di bangunan yang dulunya merupakan pabrik Toyota ini, dipajang inventori pertama yang dibuat oleh Sakichi Toyota, pendiri Toyota Group, yaitu alat tenun otomatis. Perusahaan Toyota sekarang ini dikelola oleh Kiichiro, putra pertama dari Sakichi Toyota. Beliau mewarisi semangat ayahnya dalam membuat berbagai inovasi baru. Namun, tidak banyak orang tahu kalau sebenarnya akar inovasi berbagai produk Toyota berawal dari pembuatan alat tenun.
Sejak perusahaan Toyota berdiri, mereka berhasil menciptakan berbagai kendaraan bermotor yang efisien untuk dipasarkan tidak hanya di dalam negeri Jepang, tetapi ke seluruh dunia! Di dalam salah satu aula di museum ini, dipamerkan berbagai mobil buatan Toyota dari generasi ke generasi, mulai dari model terbaru hingga model-model lama yang sudah tak diproduksi lagi.
Alamat : 4 Chome-1-35 Noritakeshinmachi, Nishi-ku, Nagoya-shi, Aichi-ken Google Map
Akses : Berjalan kaki 3 menit dari Stasiun Sako via Meitetsu Nagoya Main Line
Situs resmi : http://www.tcmit.org/english/(bahasa Inggris)
Nagoya TV Tower berada di area Sakae, area di kota Nagoya yang terkenal dengan pusat perbelanjaannya.
Menara ini terletak di salah satu sudut Taman Hisaya Odori, taman yang membentang dari utara ke selatan di pusat Kota Nagoya. Nagoya TV Tower adalah menara pemancar gelombang radio pertama yang didirikan di Jepang. Dengan tinggi sekitar 100 meter dari permukaan tanah, Anda dapat melihat pemandangan Kota Nagoya dari ketinggian dengan naik ke gardu pandang yang ada di bagian atas menara.
Setiap minggu pada hari Sabtu dan Minggu, serta hari libur nasional, diselenggarakan event menaiki menara melalui tangga. Meskipun terdengar biasa karena tangga memiliki pagar pembatas yang aman, tetapi tangga tersebut berada di luar area bangunan alias open air. Bila Anda tak takut ketinggian, kegiatan ini bisa menjadi cara asyik untuk berolahraga. Di kaki menara terdapat kafe dan toko oleh-oleh. Setelah lelah berjalan-jalan di taman, Anda dapat beristirahat di sana.
※Kafe dan toko akan tutup untuk renovasi mulai tanggal 7 Januari 2019 dan akan dibuka kembali sekitar bulan Juli 2020
Alamat : 3 Chome-6-15 Nishiki, Naka-ku, Nagoya-shi, Aichi-ken Google Map
Akses : Berjalan kaki 3 menit dari Stasiun Hisaya-odori via Subway Sakura-dori Line
Situs resmi : http://www.nagoya-tv-tower.co.jp/ (terjemahan dalam berbagai bahasa dengan mesin penerjemah)
Bila Anda menemukan bangunan besar berbentuk elips seperti gambar di atas, itulah Oasis 21. Letaknya persis di sebelah timur Nagoya TV Tower. Ciri khas bangunan ini tentu saja pada bagian elips yang disebut sebagai kapal air luar angkasa. Elips ini dibuat dari kaca bening yang terlihat bagaikan ada air mengalir di sana. Anda dapat naik sampai ke puncak dan berjalan-jalan di atasnya. Saat malam tiba, bangunan ini diterangi oleh lampu LED warna-warni. Inilah tempat yang tepat untuk menikmati pemandangan malam kota Nagoya dengan cara yang menakjubkan. Jangan lupa bawa kamera Anda, ya!
Di bagian bawah tanah gedung terdapat underground shopping area dan terminal bus. Sementara di bagian bawahnya persis, terdapat ruang terbuka dengan tanah yang ditumbuhi rumput. Jadi pemberian nama 'oasis' bukan tanpa alasan. Kantor informasi wisata juga ada di sini, jadi Anda bisa sekaligus mampir untuk mendapatkan berbagai informasi tentang wisata di Nagoya.
Alamat : 1 Chome-11-11, Higashisakura, Higashi-ku, Nagoya-shi, Aichi-ken Google Map
Akses : Terhubung langsung dengan Stasiun Sakae via Subway Higashiyama Line dan Meijo Line
Situs resmi : https://www.sakaepark.co.jp/en/(bahasa Inggris)
Shogun generasi pertama dari keluarga Tokugawa, yaitu Ieyasu Tokugawa, memindahkan Kuil Osu Kannon ke wilayah ini. Dari sanalah pusat pertokoan di mana kita dapat berbelanja, menikmati kuliner, dan hiburan lainnya, yaitu Osu Shotengai dibangun. Shotengai ini juga berguna sebagai jalanan kota di area gerbang depan Kuil Osu Kannon. Di sini banyak toko pakaian kuno yang menjual berbagai jenis sandang unik. Pas sekali dikunjungi bila selera fashion Anda juga unik.
Buat Anda yang suka berjalan-jalan sembari mampir untuk jajan, tempat ini juga cocok untuk Anda kunjungi. Di sini terdapat kedai yang menjual kuliner khas Brazil, Turki, Taiwan, dan lainnya. Ada pula wagashi, kue tradisional Jepang yang barangkali terkesan jadul, tetapi sayang untuk dilewatkan. Jajanan berpenampilan menarik yang instagramable juga dijual di sini. Sebelum pulang, jangan lupa untuk membeli jajanan khas Nagoya, uiro (※5) yang dijual di Osu Uiro dan kacang kastanye manis di Imaiya Main Store.
Pusat pertokoan ini juga dikenal sebagai kota elektronik dan pusat subkulturnya Nagoya. Bisa dibilang seperti Akihabara di Tokyo atau Nipponbashi di Osaka. Bila Anda ingin mengunjungi maid cafe atau berbelanja merchandise anime, datang saja ke Osu!
※5 uiro ... kue tradisional Jepang bertekstur kenyal yang berbahan tepung beras dan gula.
Alamat : Osu, Naka-ku, Nagoya-shi, Aichi-ken Google Map
Akses : Tidak jauh dari Stasiun Osu Kannon via Subway Tsurumai Line
Situs resmi : http://inbound.nagoya-osu.com/en/(bahasa Inggris)
Sumber foto : Kuil Atsuta
Kuil Atsuta biasa disebut dengan nama akrab "Atsuta-san" oleh warga setempat. Di kuil bersejarah 1900 tahun ini tersimpan 1 dari 3 Sanshu no Shinki (※6), yaitu pedang Kusanagi no Mitsurugi.
Keseluruhan area kuil ini luas sehingga MATCHA sarankan untuk meminta peta kuil di pintu masuknya. Di dalam area juga terdapat beberapa kuil kecil, aula penyimpanan harta karun, dan kedai kishimen. Kishimen adalah salah satu makanan khas Nagoya yang juga akan MATCHA bahas di dalam artikel ini. Anda akan merasakan nuansa yang berbeda ketika berjalan-jalan di area kuil ini karena di sini banyak berjajar pohon berusia lebih dari 1000 tahun.
※6 : Sanshu no Shinki ... Merujuk pada 3 buah pusaka yang menurut legenda di Jepang, diberikan oleh Amaterasu Omikami kepada Kaisar Jepang secara turun temurun. Pusaka tersebut berupa pedang, cermin, dan bola. Kini, pusaka pedang disimpan di Kuil Atsuta, cermin di Kuil Ise Jingu, dan bola di istana kekaisaran Jepang.
Alamat : 1 Chome-1-1, Jingu, Atsuta-ku, Nagoya-shi, Aichi-ken Google Map
Akses : Berjalan kaki 3 menit dari Stasiun Jingu-mae via Meitetsu
Situs resmi : https://www.atsutajingu.or.jp/en/intro/(bahasa Inggris)
Nagoya City Science Museum terkenal akan fasilitas planetariumnya yang konon terbesar di dunia! Di sinilah tempat untuk menikmati sekaligus belajar mengenai bumi dan berbagai peristiwa alam yang terjadi di sekitar kita. Planetarium dengan bagian dalam berdiameter 35 meter ini juga sudah tercatat dalam Buku Rekor Dunia. Di sini Anda dapat melihat replika langit penuh bintang dan berbagai kondisi di luar angkasa lainnya yang benar-benar mirip dengan aslinya.
Selain melihat replika keindahan bumi dan luar angkasa, Anda juga dapat melihat secara nyata tornado dan halilintar buatan, merasakan pengalaman mengigil dalam suhu minus 30 derajat ala kutub bumi, dan sebagainya. Di sinilah baik orang dewasa maupun anak-anak dapat belajar mengenai sains dengan cara yang menyenangkan!
Alamat : Di dalam Taman Shirakawa, 2 Chome-17-1, Sakae, Naka-ku, Nagoya-shi, Aichi-ken Google Map
Akses : Berjalan kaki 5 menit dari Stasiun Fushimi via Subway Higashiyama Line dan Tsurumai Line
Situs resmi : http://www.ncsm.city.nagoya.jp/en/index.html (bahasa Inggris)
Sumber foto : SCMAGLEV and Railway Park
Bila Anda membawa serta anak-anak saat jalan-jalan ke Nagoya, MATCHA punya rekomendasi tempat wisata yang pas! Legoland pertama di Jepang, yaitu LEGOLAND JAPAN, serta museum yang memperkenalkan kereta-kereta cepat di Jepang, yaitu SCMAGLEV and Railway Park, dapat menjadi destinasi yang disenangi anak-anak. Untuk menuju ke sana, naiklah kereta di jalur Aonami Line dari Stasiun Nagoya menuju ke pemberhentian terakhir kereta di Stasiun Kinjo-futo. Perjalanan akan memakan waktu 24 menit dengan tarif 350 yen.
Anda juga dapat melihat replika Kota Nagoya di LEGOLAND TOWN. Pencinta kuliner juga dapat melihat berbagai replika kuliner dari lego. Kunjungan kemari pasti akan memuaskan para penggemar lego. Di sini juga terdapat fasilitas official hotel dan akuarium SEA LIFE Nagoya, lho!
Sementara itu, SCMAGLEV and Railway Park adalah museum yang dikelola oleh perusahaan perkeretaapian JR Tokai. Di sana dipajang kereta shinkansen dan berbagai kereta model lainnya yang digunakan di Jepang. Di sini Anda juga dapat menikmati simulasi mengemudikan kereta, bahkan simulasi menaiki kereta berkecepatan 500 km/jam . Anak-anak pasti betah di sini!
Alamat : 2 Chome-2-1 Kinjofuto, Minato-ku, Nagoya-shi, Aichi-ken Google Map
Akses : Berjalan kaki 5 menit dari Stasiun Kinjo-futo via Aonami Line
Situs resmi : https://www.legoland.jp/en/ (bahasa Inggris)
Alamat : 3 Chome-2-2 Kinjofuto, Minato-ku, Nagoya-shi, Aichi-ken Google Map
Akses : Berjalan kaki 2 menit dari Stasiun Kinjo-futo via Aonami Line
Situs resmi : http://museum.jr-central.co.jp/en/ (bahasa Inggris)
Jajaran toko-toko di Endoji shotengai
Suasana jalan di Shikemichi
Dari pemandangan barisan gedung-gedung tinggi di sekitar Stasiun Nagoya, mari kita beralih ke area pertokoan dan jalanan kota dengan nuansa jadul khas Jepang. Tempat tersebut adalah Endoji Shotengai dan Shikemichi yang dapat ditempuh dengan 10-15 menit berjalan kaki dari sekitar Stasiun Nagoya.
Endoji Shotengai banyak dipakai sebagai tempat syuting film, lho! Di sini juga banyak terdapat toko yang telah buka sejak dulu dan banyak dikunjungi warga setempat. Belakangan ini juga banyak dibangun teater, fasilitas olahraga bouldering, dan kedai-kedai unik di area ini. Jangan sampai Anda melewatkannya.
Shikemichi adalah area yang dipenuhi rumah-rumah dan gudang bergaya tradisional dengan dinding hitam. Bangunan tersebut adalah bangunan yang tersisa dari zaman perang dulu. Kebanyakan bangunan direnovasi dan dimanfaatkan sebagai kafe dan restoran. Meski begitu, ada pula bangunan yang dijadikan rumah tinggal. Jadi, mari tetap jaga sopan santun ketika berjalan-jalan di area tersebut.
Alamat : Nagono, Nishi-ku, Nagoya, Prefektur Aichi Google Map
Alamat : 1 Chome-36-36 Nagono, Nishi-ku, Nagoya-shi, Aichi-ken Google Map
Miso Katsu
Di antara berbagai wilayah di Jepang, Nagoya dapat dibilang memiliki budaya kuliner Jepang yang lain dari yang lain. Miso katsu dan miso nikomi udon merupakan 2 dari sekian banyak kuliner yang menjadi ciri khas kota ini.
Sebagian besar kuliner khas Nagoya menggunakan akamiso sebagai bumbu. Sekilas memang terdengar hampir sama seperti bumbu miso pada umumnya, yaitu berbahan dasar kedelai. Namun, akamiso difermentasi dalam waktu lebih lama daripada miso biasa. Dilihat dari wujudnya, akamiso memiliki warna kemerahan. Dari segi rasa lebih lembut dan aromanya tidak mudah hilang meski dipanaskan bersama bahan makanan lain. Akamiso digunakan dalam masakan rebusan, sup, saus, dan lainnya.
Salah satu kuliner yang menggunakan akamiso sebagai sausnya adalah miso katsu. Masakan berupa daging babi berlapis tepung panir yang digoreng kemudian diberi topping saus akamiso ini, banyak dijual di berbagai kedai dan warung makan di Nagoya.
Ada pula kedai yang memang khusus menyajikan miso katsu sebagai menu utama, misalnya Yabaton. Kedai ini cukup terkenal dan memiliki banyak cabang di lokasi-lokasi strategis, seperti di Stasiun Nagoya dan Bandara Internasional Chubu.
Bila Anda penggemar masakan berkuah, Anda pasti akan menyukai miso nikomi udon. Masakan rebusan ini berisi mi, sayuran, daging ayam, dan sebagainya yang dimasak dengan kuah akamiso. Tekstur mi yang kenyal dan mantap berpadu dengan lezatnya akamiso, menghasilkan rasa yang tiada duanya. Ada banyak kedai tua yang menyajikan menu ini, salah satu yang terkenal adalah Yamamotoya.
Di Jepang, masakan berbahan unagi atau belut sangatlah terkenal. Nah, Nagoya juga punya satu masakan yang menggunakan ikan ini sebagai bahan. Daging belut dicelup dalam saus khusus, dipanggang, disuwir, kemudian disajikan di atas nasi. Kuliner ini disebut dengan hitsumabushi.
Jangan samakan hitsumabushi dengan unagidon. Unagidon hanya berupa daging belut panggang yang disajikan di atas nasi, tetapi hitsumabushi memiliki berbagai bahan pelengkap yang akan menambah kelezatannya. Umumnya, hitsumabushi disajikan bersama dengan sejenis kaldu dashi, daun bawang, wasabi, dan berbagai bumbu pilihan lainnya. Anda dapat menikmati berbagai variasi rasa dengan mengganti bumbunya atau menikmatinya ala ochadzuke dengan menuangkan kaldu ke dalamnya. Anda pasti tidak akan merasa bosan memakannya.
Anda dapat menikmati hitsumabushi yang lezat di Atsuta Houraiken. Cabang utama restoran ini terletak di area Atsuta Jingu-mae.
Spageti dikenal sebagai makanan khas Italia. Namun di Nagoya, Anda dapat menemukan menu spageti yang barangkali tidak akan Anda temukan di negara asal makanan tersebut.
Ankake Sphagetti adalah nama hidangannya. Pasta yang telah direbus ditumis dengan minyak, kemudian ditambahkan saus khusus berbahan dasar tomat. Topping-nya pun beragam, mulai dari sosis, sayuran, gorengan ikan berbalut tepung, dan lain sebagainya. Rasanya lezat dengan porsi yang mengenyangkan. Anda juga harus mencobanya, ya!
Salah satu kudapan manis terkenal khas Nagoya adalah ogura toast. Ogura toast adalah roti panggang dengan topping selai kacang azuki. Roti panggang ini biasa disajikan sebagai menu sarapan di kafe-kafe Nagoya. Uniknya lagi, di kebanyakan kafe-kafe Nagoya terdapat "morning service", yaitu sajian toast dan telur gratis ketika Anda memesan minuman.
Ada juga tebasaki, yaitu sayap ayam yang digoreng, dibumbui dengan saus pedas manis dan bumbu pedas lainnya. Pencinta mi pasti juga akan dipuaskan dengan mi kishimen dan mi ramen Taiwan. Kishimen merupakan mie lebar yang disajikan dengan kuah kaldu ikan cakalang dan kecap shoyu. Sementara itu, mi ramen Taiwan bercita rasa pedas dengan topping tumisan bawang putih, cabai, dan daging cincang. Kuliner-kuliner lezat khas Nagoya ini sayang sekali untuk dilewatkan
Meguru. Sumber gambar: Nagoya Tourism Convention & Bureau
Ingin berkeliling tempat-tempat wisata terkenal di dalam Kota Nagoya dengan praktis dan harga terjangkau? Anda dapat naik Bus Meguru. Bila Anda ingin menaiki bus ini dari Stasiun Nagoya, Anda dapat menuju tempat naik bus nomor 11, Bus Terminal Stasiun Nagoya.
Hanya dengan membeli one day ticket seharga 500 yen saja, Anda dapat berkeliling banyak tempat wisata di kota tersebut. Ngomong-ngomong, tiket tersebut juga dapat dibeli di dalam bus. Dengan menaiki bus ini, Anda dapat mengunjungi berbagai tempat yang MATCHA perkenalkan di artikel ini. Misalnya, Museum Industri dan Teknologi Toyota, Shikemichi, Kastil Nagoya, Taman Tokugawa, Menara TV Nagoya, dan Oasis 21.
Sarapan
Pergi ke underground shopping Stasiun Nagoya untuk menikmati morning set di kafe
Kegiatan hingga siang hari
Mengunjungi Museum Industri dan Teknologi Toyota
Makan siang
Jalan-jalan di Shikemichi, lalu makan siang di restoran berbangunan tradisional Jepang
Sore hari
Mengunjungi Kastil Nagoya, Taman Tokugawa, dan berbagai tempat bersejarah yang terkenal lainnya
Malam hari
Oasis 21 dan berfoto kenangan dengan pemandangan malam kota sebagai latar belakang
Makan malam
Menuju pusat kota melalui Stasiun Sakae untuk menikmati kuliner khas Nagoya, seperti Miso Nikomi Udon
Bila Anda membuat rencana wisata yang matang seperti di atas, Anda dapat mengunjungi semua tempat wisata terkenal di Nagoya dalam sehari. Bila Anda berencana untuk berlibur di Nagoya selama beberapa hari, Anda dapat berjalan-jalan ke tempat-tempat tersebut dengan lebih santai. Dengan begitu, Anda pun dapat menikmati lebih banyak kuliner khas Nagoya.
Rute bus wisata keliling Nagoya "Meguru" https://www.nagoya-info.jp/en/
Untuk Anda yang ingin menuju Nagoya dari Tokyo, naik kereta shinkansen adalah pilihan terbaik. Dengan kereta shinkansen Nozomi, perjalanan menuju Nagoya hanya memakan waktu 1 jam 40 menit dengan biaya 11.290 yen (tempat duduk reservasi).
Ada juga penerbangan dari Banda Narita (Tokyo) menuju Bandara Internasional Chubu, tetapi Anda masih harus melanjutkan perjalanan dengan kereta selama 1 jam untuk menuju Stasiun Nagoya dari bandara tersebut. Bila Anda mempertimbangkan budget, Anda dapat menggunakan bus patas. Bus patas umumnya berangkat dari Tokyo pada malam hari dan akan tiba di Nagoya pada pagi harinya.
Bila Anda berangkat dari Osaka, ada banyak cara yang dapat Anda pilih. Mengggunakan kereta shinkansen Nozomi, Anda dapat sampai di Nagoya dalam waktu 50 menit dengan biaya 6.760 yen (tempat duduk reservasi).
Anda juga dapat menumpang Urban Liner, kereta yang dikelola oleh Kintetsu Railway. Kereta ini merupakan jenis kereta ekspres terbatas yang menghubungkan Nagoya dengan Osaka (via Nanba). Perjalanan akan memakan waktu 2 jam dengan biaya 4.260 yen.
Bus patas juga dapat menjadi pilihan transportasi untuk mencapai Nagoya dari Osaka. Dengan tarif lebih terjangkau, Anda akan sampai di Nagoya dalam waktu 3 jam.
Kota Nagoya dibangun 400 tahun lalu dengan Kastil Nagoya sebagai pusatnya. Sejak beberapa tahun lalu, kota ini juga menjadi kota industri yang menyokong perkembangan pembangunan di Jepang.
Spot-spot wisata populer yang kami bahas di atas merupakan tempat yang erat kaitannya dengan sejarah dan budaya Nagoya. Melihatnya dengan mata kepala Anda sendiri tentu akan menjadi pengalaman tak terlupakan.